Bagi banyak orang, mengetahui rincian biaya sebelum mengajukan gugatan ke pengadilan adalah langkah penting. Transparansi mengenai biaya perceraian di Pengadilan Agama sering menjadi pertanyaan, terutama karena adanya perbedaan nominal antara satu kasus dengan kasus lainnya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap komponen biaya yang perlu disiapkan, dasar hukum yang relevan, dan estimasi biaya yang harus Anda ketahui sebelum memulai proses cerai.
Apa Itu Panjar Biaya Perkara?
Sebelum masuk ke angka-angka, penting untuk memahami istilah “panjar biaya perkara”. Dalam proses peradilan perdata di Indonesia, asas yang berlaku adalah “tiada perkara tanpa biaya”.
Berdasarkan Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama, panjar biaya perkara adalah perkiraan biaya yang harus dibayarkan oleh penggugat atau pemohon saat mendaftarkan perkara. Sifatnya adalah uang muka. Artinya, jika dalam perjalanan proses sidang biayanya kurang, Anda akan diminta menambah. Sebaliknya, jika tersisa, uang tersebut wajib dikembalikan kepada Anda.
Dasar hukum penetapan ini merujuk pada ketentuan Pasal 121 ayat (4) HIR (Herzien Inlandsch Reglement) atau Pasal 145 ayat (4) RBg (Rechtreglement voor de Buitengewesten). Pasal tersebut menegaskan bahwa pendaftaran perkara dalam buku register baru dilakukan setelah penggugat membayar panjar biaya yang ditaksir oleh pengadilan.
Rincian Penggunaan Uang Panjar
Kemana saja uang panjar tersebut dialokasikan? Secara umum, biaya ini tidak masuk ke kantong pribadi aparat pengadilan, melainkan digunakan untuk operasional penyelesaian perkara dan pemasukan negara.
Komponen utamanya meliputi:
- Biaya Pendaftaran (PNBP): Ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang disetor langsung ke kas negara. Nominalnya relatif kecil dan sudah ditetapkan pemerintah.
- Biaya Proses (ATK): Digunakan untuk keperluan administrasi pemberkasan perkara selama proses persidangan berlangsung.
- Biaya Panggilan Sidang (Relaas): Ini adalah porsi terbesar dari biaya perkara. Biaya ini digunakan oleh Jurusita untuk mengantarkan surat panggilan sidang resmi ke alamat penggugat dan tergugat.
- Biaya Redaksi: Biaya administrasi untuk penulisan penetapan atau putusan akhir.
- Meterai: Biaya meterai yang ditempelkan pada berkas putusan atau penetapan sebagai tanda sahnya dokumen hukum.
Panjar Biaya Perkara Cerai Gugat
Dalam perkara cerai gugat (gugatan yang diajukan istri), struktur biayanya lebih ringkas dibandingkan cerai talak. Komponen utamanya meliputi biaya pendaftaran administrasi serta biaya pemanggilan para pihak untuk menghadiri proses persidangan.
Berikut adalah ilustrasi komponen biaya cerai gugat (berdasarkan data umum Pengadilan Agama di wilayah Jakarta per 2026):
- Pendaftaran/PNBP: Sekitar Rp30.000.
- Biaya Proses: Sekitar Rp100.000.
- Panggilan Penggugat (2x): Misalnya Rp150.000 per panggilan (total Rp300.000).
- Panggilan Tergugat (3x): Misalnya Rp150.000 per panggilan (total Rp450.000).
- PNBP Panggilan Pertama: Rp10.000 per pihak.
- Pemberitahuan Isi Putusan: Biaya untuk mengantar hasil putusan kepada tergugat jika tidak hadir saat pembacaan putusan.
- Redaksi & Meterai: Masing-masing Rp10.000.
Catatan: Angka di atas adalah estimasi kasar dan sangat bergantung pada kebijakan SK Ketua Pengadilan Agama setempat.
Biaya Pencatatan Perceraian
Setelah hakim mengetuk palu dan putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht), proses belum selesai. Anda perlu mengurus Akta Cerai.
Berbeda dengan biaya perkara yang dibayar di muka, biaya penerbitan Akta Cerai biasanya termasuk dalam komponen PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).
Di Pengadilan Agama, setelah putusan inkracht, panitera akan menerbitkan Akta Cerai. Biaya yang timbul biasanya hanya mencakup biaya PNBP untuk penyerahan akta cerai tersebut, yang nominalnya sangat terjangkau (sekitar Rp10.000 hingga Rp25.000 sesuai aturan PNBP yang berlaku), di luar biaya fotokopi atau legalisir jika diperlukan.
Mengapa Biaya Tiap Orang Berbeda?
Sering terjadi kebingungan mengapa biaya si A lebih murah daripada si B, padahal bercerai di pengadilan yang sama. Jawabannya terletak pada Radius.
Pengadilan menetapkan biaya panggilan berdasarkan jarak tempuh (radius) dari kantor pengadilan ke alamat para pihak.
- Radius I (Dekat): Biaya panggilan paling murah.
- Radius II (Sedang): Biaya panggilan lebih mahal.
- Radius III (Jauh/Sulit): Biaya paling tinggi.
Selain itu, jika tergugat/termohon tinggal di wilayah hukum pengadilan lain (luar kota), biaya akan bertambah karena memerlukan prosedur delegasi panggilan (tabayun) yang membutuhkan ongkos kirim dokumen antar-pengadilan.
Perbandingan Biaya Cerai Gugat dan Cerai Talak
Secara teknis, biaya cerai talak (suami mengajukan) cenderung lebih mahal daripada cerai gugat. Mengapa demikian?
Pada cerai talak, ada satu tahapan sidang tambahan yang wajib dilaksanakan setelah putusan izin ikrar talak dikabulkan, yaitu Sidang Pengucapan Ikrar Talak.
Hal ini berdampak pada penambahan komponen biaya:
- Biaya panggilan sidang ikrar talak untuk Pemohon (Suami).
- Biaya panggilan sidang ikrar talak untuk Termohon (Istri).
Sedangkan pada cerai gugat, setelah putusan dibacakan dan berkekuatan hukum tetap, perkara dianggap selesai tanpa perlu sidang pengucapan ikrar.
Berapa Estimasi yang Harus Disiapkan?
Meskipun sulit memberikan angka pasti tanpa mengetahui domisili Anda, berikut adalah kisaran kasar untuk persiapan (berdasarkan rata-rata biaya di kota besar di Pulau Jawa):
- Cerai Gugat: Berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1.500.000.
- Cerai Talak: Berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000.
Angka ini bisa membengkak jika alamat pihak lawan tidak jelas (gaib) sehingga memerlukan panggilan melalui media massa, atau jika lokasi tempat tinggal sangat jauh dan sulit dijangkau.
Untuk mendapatkan angka pasti, Anda disarankan datang langsung ke meja informasi Pengadilan Agama setempat atau mengecek situs resmi pengadilan terkait pada menu “Panjar Biaya Perkara”. Transparansi ini dijamin oleh Mahkamah Agung untuk menghindari pungutan liar.



