Insight
Artikel ini di buat berdasarkan pengalaman tim Advokat Nobile Bureau dalam menangani beragam kasus hukum. Setiap informasi yang kami sampaikan sudah melalui tahap pengecekan data dan akurasi konten serta pertimbangan hukum
Pengecekan merek sangat penting untuk menghindari penolakan pendaftaran oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Langkah ini memastikan nama produk Anda belum dipakai oleh pihak lain.
Kali ini kita akan membahas langkah persiapan sebelum mendaftarkan kekayaan intelektual. Pengecekan merek dagang dapat dilakukan dalam 8 tahapan terstruktur. Berikut adalah panduan selengkapnya.
Proses dan Tahapan Pengecekan Merek
1. Kunjungi Situs Resmi DJKI
Langkah pertama adalah mengakses laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Anda dapat membuka portal pencarian di PDKI Indonesia. Situs ini menyediakan basis data seluruh kekayaan intelektual nasional. Oleh karena itu, gunakan perangkat dengan koneksi internet yang stabil.
2. Pilih Menu Pencarian Merek
Setelah halaman utama terbuka, cari kategori yang tersedia. Pilih menu khusus untuk pencarian merek. Menu ini mengintegrasikan pencarian nama, logo, hingga nomor permohonan. Jadi, Anda bisa memulai proses identifikasi dari bagian ini.
3. Masukkan Nama Merek
Ketik nama brand Anda pada kolom pencarian yang tersedia. Pastikan ejaan yang digunakan sudah final dan tidak berubah. Selain itu, hindari penggunaan singkatan jika nama aslinya panjang. Jika ada beberapa variasi ejaan, maka lakukan pencarian secara bergantian.
4. Gunakan Filter Pencarian Tambahan
Hasil pencarian umum biasanya memunculkan jumlah data yang besar. Anda dapat mempersempit hasil menggunakan fitur filter tambahan. Masukkan kriteria spesifik seperti tipe merek atau nomor permohonan. Langkah ini membuat hasil pencarian menjadi jauh lebih akurat.
5. Perhatikan Kelas Merek
Merek dilindungi berdasarkan pengelompokan kelas barang atau kelas jasa. Pastikan Anda memeriksa kelas Nice yang relevan dengan bisnis. Jika ada nama serupa di kelas berbeda, maka peluang pendaftaran tetap ada. Anda bisa membaca referensi tentang kelas merek di Indonesia untuk panduan lebih rinci.
6. Analisis Hasil Pencarian
Tahap selanjutnya adalah memeriksa hasil pencarian secara lebih saksama. Perhatikan unsur visual maupun bunyi pengucapan saat nama dibaca. Apabila terdapat kemiripan dominan, maka risiko penolakan menjadi sangat tinggi. Namun, jika hasil kosong, merek Anda aman untuk didaftarkan.
Kemiripan Visual
Perhatikan bentuk susunan huruf atau elemen gambar. Jika logo memiliki gambar yang persis, maka pendaftaran berpotensi ditolak.
Kemiripan Fonetik
Bunyi pengucapan nama produk juga menjadi faktor pertimbangan penting. Kata dengan ejaan berbeda tetapi terdengar sama tetap dianggap melanggar aturan.
7. Periksa Status Hukum Merek
Jangan hanya fokus pada kesamaan nama dan logo saja. Anda juga harus memeriksa status hukum merek milik pihak lain. Status bisa berupa sedang didaftar, ditolak, atau sudah resmi dihapus. Jika merek kompetitor dihapus, maka nama tersebut bebas untuk digunakan.
8. Simpan Dokumen Hasil Pengecekan
Selalu simpan bukti pencarian yang telah Anda selesaikan. Anda dapat mengunduh atau mencetak halaman hasil pencarian tersebut. Dokumen ini berguna sebagai bahan referensi sebelum mengajukan pendaftaran.
Tindak Lanjut Setelah Pengecekan Merek
Setelah semua cara dilakukan, Anda siap melangkah ke tahap selanjutnya. Jika hasil penelusuran aman, maka segera ajukan pendaftaran secara resmi. Namun, apabila ada kemiripan, sebaiknya ubah nama atau logo Anda. Pada akhirnya, DJKI akan memproses berkas dan menerbitkan sertifikat pendaftaran kepada Anda.

Apriyana S.H Adalah advokat dan juga kontributor di website Nobile Bureau, Keahlian menulisnya di tuangkan kedalam artikel di dalam website Nobile Bureau



